Simalungun | Pembangunan kesehatan di Indonesia memiliki beban ganda (double burden), dimana penyakit menular masih masalah karena tidak mengenal batas wilayah administrasi sehingga tidaklah mudah untuk memberantasnya. Dengan tersedianya vaksin mampu mencegah penyakit menular sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan efisien. Pemberian vaksin melalui program imunisasi merupakan salah satu strategi pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat, dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 12/Saribu Dolok jajaran Kodim 0207/Simalungun Kopda Erikson Sijabat turut serta melaksanakan kegiatan Pendampingan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Suntik Vaksin Campak Rubela UPTD Puskesmas Saribudolok, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Sekolah Dasar GKPS Swasta Saribu Dolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun, Kamis (09/06/2022).
Pada kesempatan tersebut Babinsa Kopda Erikson Sijabat mengungkapkan kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan bagi masyarakat melalui pembangunan kesehatan dengan perencanaan terpadu, kegiatan monitoring pelaksanaan Vaksinasi TNI Moderna dan monitor Vaksin campak Rubela dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Program imunisasi mengacu kepada konsep Paradigma Sehat, dimana prioritas utama dalam pembangunan kesehatan yaitu upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan bahwa program imunisasi sebagai salah satu upaya pemberantasan penyakit menular. Upaya imunisasi telah diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. Upaya ini merupakan upaya kesehatan yang terbukti paling cost effective, terang Babinsa Kopda Erikson Sijabat.
Imunisasi campak dan rubella ini diberikan untuk anak usia sekolah di sekolah-sekolah setingkat SD/MI dan sederajat hingga SMP/MTs dan sederajat, kegiatan pendampingan ini merupakan bagian tugas kewilayah yang harus dilakukan Babinsa, kehadiran Babinsa dalam pelaksanaan imunisasi membawa pengaruh terhadap moril para siswa agar para siswa tidak merasa takut terhadap suntikan imunisasi, para siswa malah akan jadi lebih berani karena didorong semangat oleh Babinsa, tutup Babinsa Kopda Erikson Sijabat.








