Peresmian Gedung Sekolah SMP Negri 1 Gunung Maligas Dihadiri Danramil 08/Bangun Kodim 0207/Simalungun

Militer200 views

Simalungun  |  Hasil Regrupping Dari SD dan Akhirnya Diresmikan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga Jadi Gedung SMP Negeri 1 Gunung Maligas, dalam hal ini Komandan Koramil (Danramil) 08/Bangun Kapten Arh P. Siagian yang diwakil oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 08/Bangun jajaran Kodim 0207/Simalungun Koptu MN Daulay turun kewilayah binaan untuk turut serta melaksanakan kegiatan menghadiri Peresmian Gedung Sekolah SMP Negri 1 Gunung Maligas oleh Bupati Simalungun Bapak Radiapo H Sinaga SH.MH, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Jalan Perjuangan Huta III Maligas Nagori Silau Bayu Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun, Minggu (17/04/2022).

Pada pelaksanaan kegiatan Peresmian Gedung Sekolah SMP Negri 1 Gunung Maligas oleh Bupati Simalungun tersebut turut serta dihadiri oleh, Bupati Simalung Bapak Radiapo H Sinaga, Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Bapak Sariadi ST, Bapak Suriawan SH, dan Bapak Badri, Kadis Pendidikan Kabupaten Simalungun Bapak Zokson Median Silalahi, Camat Gunung Maligas Ibu Masrah, Danramil 08/Bangun Kapten Arh P. Siagian yang di Wakili oleh Koptu MN Daulay, Kapolsek Bangun Akp LS Gultom yang di Wakili oleh Aiptu Amril Youismadi, Para Pangulu Sekecamatan Gunung Maligas, Seluruh Guru dan Murid SMP Negri 1 Gunung Maligas dan SD Al-Fikri Huta III Silau Bayu dan Seluruh Masyarakat Nagori Silau Bayu.

Pangulu Silau Bayu, Parlan dalam laporannya mengatakan, sudah 4 tahun masyarakat menginginkan berdirinya SMP Negeri di Kecamatan Gunung Maligas. “Gedung ini dulunya bekas SD Negeri yang telah di regrouping, dan awal berdirinya SMP ini hanya ada 43 Siswa, namun sekarang sudah mencapai 150 siswa untuk tahun ajaran 2022. Semoga berdirinya SMP ini banyak memberi manfaat bagi kita semua, terutama dalam meningkatkan pendidikan di Kabupaten Simalungun,” ujar Parlan.

Sementara itu, Bupati Simalungun dalam sambutannya menyampaikan bahwa tidak banyak masyarakat yang peduli dengan pendidikan, sebab belum memahami bahwa dengan pendidikan dapat merubah karakter bangsa. “Tentu kehadiran SMP 1 ini merupakan momen sejarah dan merupakan trobosan yang luar biasa. Ini patut di apresiasi, Bupati menyampaikan rasa keprihatinannya ketika melihat kecamatan tidak memiliki SMP Negeri. “Kita miris melihat bahwa di kecamatan tidak ada SMP Negerinya. Dan saat ini sudah ada SMP Negeri di Gunung Maligas, mari kita merawatnya dan menjaga sarana pendidikan ini dengan baik agar bisa untuk meningkatkan SDM masyarakat terutama untuk generasi muda kita, Bupati berharap kepada para guru maupun tenaga pendidik lainnya untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas, tingkatkan disiplin dan jaga selalu kesehatan agar semua tugas dapat berjalan dengan baik. “Prestasi pendidikan kita di Sumatera Utara membutuhkan peningkatan, demikian juga dengan tingkat pengetahuan anak-anak di sekolah di semua jenjang pendidikan juga harus kita tingkatkan. Ini merupakan ‘PR’ kita semua bapak ibu termasuk anggota DPRD serta orang tua dan tokoh masyarakat, bagaimana kita bisa berkolaborasi untuk memajukan pendidikan di Tanoh Habonaron Do Bona ini,” tandas Bupati.

Disela-sela sambutannya, Bupati memberikan bantuan langsung kepada 11 guru honorer yang bertugas di SMP Negeri 1 Gunung Maligas. “Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada bapak ibu guru honorer yang sudah mengabdi di sini, yang katanya belum pernah mendapat honor sekali pun. Terima kasih atas pengabdiannya, teruslah berjuang untuk pendidikan di Simalungun, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Simalungun, Bupati mengatakan akan menghidupkan kembali program cerdas cermat, dan meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menerbitkan peraturan tentang larangan membawa HP di dalam ruangan belajar,  baik guru maupun siswa. “Kepada anak didik kami kita harus berubah, karena zaman terus berubah, jangan kita ketinggalan, jika kita tidak berubah kita akan tertinggal. Banyak belajarlah kita semua, demi untuk kemajuanmu di masa depan,” kata Bupati.