Peran Aktif Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun Dampingi Pelaksanaan Imunisasi Anak Nasional

Militer174 views

Simalungun  |  Kementerian Kesehatan mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022, upaya ini untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19. Sebagai lokasi pencanangan BIAN ini, pihak TNI siap menyukseskan pelaksanaan BIAN di wilayahnya demi menjaga kekebalan masyarakat dan mencegah terjadinya KLB penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, tentu ini memicu semangat kita semua untuk terus bekerja keras, karena imunisasi anak-anak maka kita berbicara warna dan masa depan bangsa ini, kalau kesehatan baik, SDM kita sukses dan baik.

Dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 09/Tiga Balata jajaran Kodim 0207/Simalungun Serda Eddy Siagian dan Praka Rahmat Hidayat turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan Launching BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) bersama Team Puskesmas Tiga Dolok, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Sekolah Dasar Negeri 096766 Tiga Dolok Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun, Selasa (07/06/2022).

Pada pelaksanaan kegiatan Launching BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) bersama Team Puskesmas Tiga Dolok tersebut turut serta dihadiri oleh, Ka Puskesmas Tiga Balata Dr. Riona Damanik, Babinsa Koramil 09/Tiga Balata Serda Eddy Siagian dan Praka Rahmat Hidayat, Bhabinkamtibmas Tiga Dolok Aiptu RP Sidabalok. Kegiatan berjalan aman dan lancar, untuk  Kelas 1,2,3,4,5,6. Telah selesai melaksanaka dengan hasil : Jumlah siswa : 81 orang, Siswa yang tidak melaksanakan : 6 orang dan Siswa yang ter imunisasi : 75 orang.

Pada kesempatan tersebut Babinsa Serda Eddy Siagian mengungkapkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19. Terbanyak di Jawa Barat, disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan selama pencanangan BIAN diharapkan orang tua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk mendapatkan imunisasi rutin. Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif.

Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan. “Ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta. Jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sehat,” terangnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan BIAN diharapkan kekebalan masyarakat terbentuk, sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi Campak-Rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir serta mengendalikan penyakit difteri dan pertussis, tutupnya.