Bersama Dinas Perhubungan, Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun Laksanakan Komunikasi Sosial

Militer232 views

Simalungun  |  Pentingnya menjaga ketertiban kepada para penumpang Kapal yan akan menyebrang di perairan Danau Toba. Masalah ketertiban menjadi tanggungjawab bersama, bukan pihak kepolisian tetapi seluruh pengguna lintasan di Danau menghindari terjadinya Tenggelamnya Kapal karena kelebihan muatan dan kelalaian para Petugas yang ada di Kapal. “Dalam mengurangi tingginya angka kecelakaan di Perairan Danau Toba, diwajibkan kita harus mematuhi setiap aturan dalam pengangkutan di Danau Toba dan setiap penumpang seharusnya mentaati aturannya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Tetapi masih ada juga Pemilik Kapal yang tidak menghiraukan hal seperti itu sehingga masih banyak terjadinya pelanggaran-pelanggaran di Perairan Danau Toba, salah satunya tidak memiliki Pelampung di dalam Kapalnya.

Dalam hal ini seperti yang dilakukan Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 15/DP jajaran Kodim 0207/Simalungun Sertu P. Sinaga turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama dengan Dinas Perhubungan dan memantau pengisian manifest calon penumpang Kapal Kayu, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Pelabuhan Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Selasa (17/05/2022).

Pada kesempatan tersebut, Babinsa Sertu P. Sinaga yang sehari-hari bertugas sebagai Babinsa diwilayah tersebut melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Dinas Perhubungan dan satpol PP yang ada di Pelabuhan Tigaras. Dalam kesempatan giat Komsos pagi ini dilakukan guna membahas ketertiban para Penumpang Kapal Kayu tersebut. “Pada hari ini, saya melaksanakan komsos bersama Dishub membahas ketertiban dan keamanan diwilayah Pelabuhan Tiga Ras tersebut. Selain itu juga, Babinsa Sertu P. Sinaga mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan telah menetapkan membuat tim ad hoc guna mengevaluasi dan melakukan perbaikan-perbaikan pada penyeberangan di Danau Toba. Evaluasi ini juga akan melibatkan Komite Nasional Kesalamatan Transportasi (KNKT) dan Basarnas. Untuk tahap awal perbaikan hanya dibatasi di Pelabuhan Tigaras, dan ke depannya akan dilakukan di seluruh perairan Danau Toba. Evaluasi dan perbaikan yang akan dilakukan terutama berkaitan dengan fungsi pengawasan di pelabuhan, kapasitas kapal, jumlah dan manifes penumpang, serta kewajiban untuk mengenakan life jacket pada saat di atas kapal.

Lebih lanjut Babinsa Sertu P Sinaga mengatakan, seperti diketahui operasional penyeberang di Danau Toba saat ini dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, yang antara lain pemberian izin operasional kapal serta pengawasan dan fungsi-fungsi pelabuhan. Menhub menilai saat ini hal tersebut berjalan kurang lancar dan tidak konsisten. “Kami lihat memang ada kesenjangan atau kurang konsisten bagi pelaksana yang ada di sana. Saya sangat menyayangkan di tempat itu petugas yang ada tidak berfungsi dengan baik sehingga ada kapal yang berjalan tidak sesuai dengan aturan,” sebut Babinsa Sertu P Sianga.

Untuk itu Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut serta selalu memeriksa ketertiban kepada Penumpang dan Kapal yang akan berangkat, sebeb ini menjadi tanggungjawab bersama, bukan pihak TNI dan Kepolisian tetapi seluruh pengguna lintasan di Danau menghindari terjadinya Tenggelamnya Kapal karena kelebihan muatan dan kelalaian para Petugas yang ada di Kapal, tutup Babinsa Sertu P Sinaga.