Dampingi Petugas Kesehatan Laksanakan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Dilakukan Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun

Militer177 views

Simalungun  |  Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif, tak hanya itu manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan, ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta, jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sehat.

Dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 07/BM jajaran Kodim 0207/Simalungun Serma Temu turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan pendampingan BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional), kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Sekolah Dasar Negeri 098024 Plo Pitu Marihat Nagori Pulo Pitu Marihat Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun, Selasa (07/06/2022).

Pada kesempatan tersebut Babinsa Serma Temu mengungkapkan untuk pemberian imunisasi rutin pada anak sangatlah penting, Kementerian Kesehatan telah menyusun 3 strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Pertama, menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak yang sebelumnya 11 vaksin menjadi 14 vaksin. Vaksin yang ditambahkan adalah vaksin Rotavirus untuk anti diare dan vaksin PCV untuk anti pneumonia yang ditargetkan untuk anak, serta vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yang diberikan untuk anak kelas 5 dan 6 SD untuk mencegah potensi kanker serviks saat anak menjadi dewasa. “Untuk Bapak dan Ibu tolong dibantu agar imunisasi tiga ini jalan, supaya mengurangi angka kematian ibu dan anak,” harapnya.

Kedua, digitalisasi data imunisasi. Kementerian Kesehatan menyiapkan satu aplikasi pencatatan imunisasi secara digital. yakni Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK). Tidak ada lagi pencatatan manual di buku, semua data imunisasi anak akan langsung dimasukkan di ASIK yang terintegrasi dengan PeduliLindungi. “Aplikasi ini akan kita berikan ke semua Puskesmas dan Dinas Kesehatan, supaya datanya juga ada di Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Ketiga, belajar dari sistem vaksinasi COVID-19, nantinya imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. Sehingga Pemda maupun tenaga kesehatan sudah mengetahui anak yang belum divaksinasi. “Adanya teknologi modern ini akan mempermudah kita memperluas cakupan vaksinasi,” ujarnya.

Dengan adanya tiga inisiatif ini, mudah-mudahan tujuan kami tetap meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita. Peranan ibu-ibu sangat penting untuk menyukseskan imunisasi