Melaksanakan Pendampingan Dan Pamwas Pemberian Bansos BLT Dilakukan Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan

Militer173 views

Asahan  |  Bantuan tunai ini berbeda dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng yang diarahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). BTPKLW sudah disalurkan pada tahun 2021 yang dilakukan oleh TNI Polri menggunakan sistem aplikasi berupa mobile apps. “Untuk yang TNI adalah sistem aplikasi BTPKLW dari Telkom dan untuk Polri menggunakan untuk menggunakan sistem aplikasi Puskeu presisi, sementara untuk BLT minyak goreng yang masuk di dalam program rumpun BTPKLW, saat ini telah masuk dalam tahap rapat koordinasi teknis untuk menyesuaikan dan melakukan revisi dokumen-dokumen teknis, administrasi, mulai pedoman umum petunjuk teknis, dan juga dokumen dengan pelanggaran.

Dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil-07/Air Joman jajaran Kodim 0208/Asahan Serda Ali Imron turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan Pendampingan dan Pamwas pemberian Bansos BLT berupa uang tunai sebesar Rp.300.000/org/KK dengan jumlah penerima sebanyak 150 KK. Kegiatan ini turut serta dihadiri oleh Babinsa Serda Ali Imron, Babinkamtibmas Bripka Satria. R dan Warga masyarakat penerima BLT, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Kantor Pos Air Joman Jalan Protokol Kelurahan Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, Sabtu (16/04/2022).

Pada kesempatan tersebut Babinsa Serda Ali Imron mengungkapkan Pemerintah siap menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng senilai Rp6,2 triliun untuk 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM). BLT ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat, khususnya terkait minyak goreng. Pemerintah menargetkan bantuan ini tersalurkan sepenuhnya satu minggu sebelum lebaran.

Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyatakan BLT minyak goreng ini dananya akan menggunakan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022. “Dimana BLT minyak goreng ini ada yang menjadi program dari rumpun bantuan sosial pangan di Kemensos dan juga sebagian dari rumpun program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) yang selama ini dibantu oleh TNI dan Polri,”  ujarnya dalam acara Media Briefing: BLT Minyak Goreng di Jakarta Pusat, terangnya.

Bantuan langsung tunai minyak goreng akan disalurkan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang termasuk dalam daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar 18,8 juta. Bantuan itu juga akan diberikan ke penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta 2,5 juta pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan makanan dengan menggunakan minyak. “Jumlah anggaran BLT minyak goreng ini sebesar Rp6,2 triliun di rumpun bantuan sosial pangan yang dihimpun Kementerian Sosial, dan Rp 750 triliun untuk PKLW yang dihimpun oleh TNI dan Polri, sehingga total anggaran sebesar Rp6,95 triliun. Nantinya, masing-masing KPM akan menerima bantuan Rp100.000 dalam tiga bulan (April, Mei, Juni). Tetapi, bantuan ini sidalurkan secara sekaligus Rp300.000 pada April,” jelasnya.